Jumat, 31 Juli 2009

SAWAH LADANG

SAWAH LADANG, adalah lahan usahatani yang menjadi bagian terpenting dalam sistem budidaya pertanian (agriculture), baik secara komersial maupun non komersial. Baik dikelola dengan sistem teknologi maju maupun konvensional tradisional. Output yang dihasilkan sawah ladang petani telah memberikan bukti nyata bagi pemenuhan kebutuhan hidup paling hakiki dan pokok umat manusia, yaitu pangan. Dan pangan utama produksi sawah ladang adalah padi atau beras, yang menjadi sumber bahan makanan pokok rakyat Indonesia, nasi...

Bicara tentang pangan, Indonesia telah mengalami pasang surut produksi pangan nasional. Tahun 1984, ekonom mengklaim bahwa telah tercapai swasembada pangan, terutama beras yang menjadi bahan makanan pokok masyarakat Indonesia. Dekade berikutnya, Indonesia kembali menjadi negara pengimpor beras dunia.

Memang tidaklah sebanding, antara peningkatan produksi pangan dengan pertambahan penduduk. Belum lagi, sawah ladang banyak yang beralih-fungsi penggunaannya dan peruntukkannya sebagai tempat usaha lain. Masihlah dapat ditoleransi ketika alih fungsi sawah ladang untuk kolam ikan, atau area peternakan.

Jika alih fungsi lahan menjadi pabrik, pemukiman atau pertokoan, jadilah sawah ladang yang sudah berkurang menjadi bertambah sempit. Sementara itu, ekstensifikasi sawah ladang menjadi belum optimal, lantaran tataguna lahan yang sudah ter"plotting" dalam beberapa kegunaan di luar agriculture.

Sawah ladang Indonesia bukan tidak mungkin nantinya hanya sekedar lagu lama dan hanya dapat dikenang lewat foto, lukisan dan gambar maya. Tidak ada sawah tempat bertanam padi, menggembala itik atau minapadi (ikan dan padi). Tidak ada lagi pemandangan padi yang menguning, burung pipit yang berebut mencuri bulir padi, atau tikus dan ular sawah yang bersimbiose.

Tidak ada lagi ladang tempat bertanam padi darat, bertanam sayur di pinggir huma. Tidak ada pemandangan burung puyuh atau punai bersenda gurau di balik tinggi batang padi, tidak ada capung, wereng, atau serangga kecil khas perladangan. Ladang yang permai tergantikan oleh bising pabrik atau hiruk pikuk pemukiman.

Sebuah gambaran pesimistis memang. Namun sawah ladang nantinya, ketika alih fungsi lahan benar-benar menggila, adalah introspeksi dan otokritik dari kecintaan akan tanah air yang sawah dan ladangnya telah menjadi kenangan masa kecil, juga harapan masa datang.

Ketika anak-anak di taman kanak-kanak menggambar pemandangan, tidak ada lagi gambar sawah ladang. Lantaran anak-anak kita tidak memiliki gambaran yang jelas bagaimana bentuk dan rupa sawah ladang, lantaran tidak ada lagi bentuk nyata dari sawah ladang. Ketika saat itu tiba, kita hanya dapat bergumam lirih...

Sawah ladangku tinggal kenangan, gambaran indah masa lalu, saat negeriku dan desa-desanya masih memiliki sawah ladang nan luas...

Salam PALM

1 komentar:

  1. selamat tinggal oh abang...
    selamat jalan oh sayang
    sawah dan ladang oh abang...
    jangan lupakan...

    [lagu-lagu pengakhiran dalam cijapun concertino oleh dua pengagum benyamin suaeb]

    BalasHapus