Sabtu, 05 September 2009

MY WIFE

MY WIFE is Vera Yulita. Banyak kesamaan diantara kami, yang membuat kami berjodoh, selain juga ada juga berapa perbedaan. Kami berdua sama-sama anak kedua. Basic pendidikan kamipun sama, Sarjana Pertanian. Beda usia kami tertaut hanya setahun lima bulan, makanya kesetaraan usia membuat kami mudah saling memahami. Isteriku yang dulunya adik teman sekolahku, tinggi badanya melebihiku, konon kata orang tua membawa rezeki bagi keluarga. Isteriku anak perempuan satu-satunya di keluarganya, namun jauh dari sifat manja...

Kami dikarunia dua orang anak yang lucu dan pintar. Alfi anak laki-laki pertama kami, dan adiknya perempuan bernama Alya. Kedua anak kami lahir pada masa, tempat dan kerjaku yang berbeda.

Alfi lahir di masa awal pernikahan kami di klinik bersalin Dwi Sari Lubuklinggau. Masa itu perekonomian kami masih sulit, karena aku masih bekerja sebagai Dosen di salah satu perguruan tinggi swasta kecil, dan tentu saja gajinya tidak seberapa.

Alya lahir di masa perekonomian keluarga kecil kami sudah mulai membaik, dia lahir di klinik Permata Bunda Lubuklinggau. Masa itu aku bekerja di banyak profesi, selain Dosen, juga kontraktor dan baru diterima sebagai anggota Komisi Pemilihan Umum Kota Lubuklinggau.

Kedua anak kami adalah permata hati, buah cinta kasih kami. Keduanya kami sayangi, tidak membeda-bedakan satu dengan yang lainnya. Dan kedua anak kami besar dalam asuhan kasih sayang kami, ayah bundanya serta perhatian kakek neneknya.

Isteriku sosok seorang wanita yang tegar, kuat dan penuh perhatian dengan keluarga. Terkadang cerewet dan judes, namun tidak melunturkan sosok keibuannya yang luar biasa. Suka dan duka telah kami jalani bersama, dan isteriku selalu setia mendorong semangatku dan mendampingi setiap penyelesaian masalahku.

Aku sayang dan cinta isteri serta anak-anakku, bahkan lebih. Do'a dan harapan mereka membuat aku tak lelah mencari nafkah, dan tak letih bekerja walaupun dimana ada rezeki. Yang penting halal dan diridhoi Tuhan Yang Maha Pemurah.

Tulisan ini kudedikasikan untuk isteriku, yang setia dan perhatian, terhadap aku dan anak-anakku. Tak dapat kubayangkan jika bukan Vera Yulita yang menjadi isteriku, dengan segala dinamika kerjaku yang fulltime dan berpindah-pindah, tempat maupun profesi, dia selalu sabar dan tabah.

Terima kasih bunda, terima kasih isteriku. Kekuatan do'a dan perhatianmu adalah kekuatan hati dan semangat kerjaku, suamimu. Vera Yulita memang benar-benar isteri sejati, because she is my wife...

Salam PALM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar