Rabu, 09 September 2009

MITOS SEMBILAN

MITOS atau kepercayaan manusia terhadap fenomena alam seringkali dihubung-hubungkan dengan simbol angka, seperti angka SEMBILAN. Angka sembilan dipercaya adalah angka tertinggi dari asal bilangan, dari nol sampai sembilan, bukan sepuluh. Karena sepuluh terdiri atas angka satu dan nol. Sembilan karena merupakan angka tertinggi, dipercaya sebagai simbol kesempurnaan dari puncak keberhasilan tertinggi, atau dianggap angka pembawa hoki...

Saking percayanya manusia terhadap suatu mitos, misalnya simbol angka sembilan, beberapa dari mereka sengaja mencari apa saja yang melekat di dirinya berasal atau memiliki inisial "sembilan". Misalnya, dari mulai nomor handphone, nomor polisi (plat) kendaraan, sampai peristiwa yang dirancang terjadi pada tanggal sembilan bulan sembilan tahun dua ribu sembilan, seperti hari ini...

Beberapa orang mencoba peruntungan (hoki) di bilangan sembilan, namun banyak juga hasilnya tidaklah terlalu "signifikan". Bahkan cenderung sebuah "nihilisme" atau kesia-siaan. Keniscayaan yang sebenarnya adalah bahwa semua yang telah dan akan terjadi merupakan "takdir" yang telah digariskan oleh Yang Maha Kuasa.

Kita, manusia tinggal menjalankan apa yang sudah semestinya menjadi "rencana besar" dari Tuhan Yang Maha Akbar. Mitos sembilan merupakan sensasi perasaan manusia saja akan rencana hidup yang lebih baik. Padahal, tidak ada upaya yang dapat mengangkat harkat, martabat dan merubah hidup manusia, selain Allah dan manusia itu sendiri.

Memang, hari ini dipenuhi dengan angka sembilan. Untuk kalender Masehi, hari ini tertanggal sembilan, bulan sembilan (september), tahun dua ribu sembilan. Sedangkan untuk kalender Hijriah, hari ini merupakan tanggal sembilan belas, bulan Ramadhan atau bulan sembilan.

Semua memaknai hari ini sebagai hari "bertuah" atau hari pembawa keberuntungan (hoki). Dalam kepercayaan Tionghoa, angka sembilan merupakan simbol aura positif, kebaikan dan peruntungan. Padahal apalah arti angka-angka, karena merupakan buatan manusia semata.

Sementara yang menciptakan manusia yang berfikir tentang angka, tetap kembali kepada zat pembuat hidup, Tuhan Yang Maha Esa. Dia yang tidak berbilang, dia tunggal, esa dan tiada sekutu (jamak). Intinya, simbol sembilan memang hanya sekedar mitos, "Mitos Sembilan".

Salam PALM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar