Rabu, 30 September 2009

BUDIDAYA BELUT III

Pemilihan Benih
Media pemeliharaan yang sudah lengkap dan siap untuk pemeliharaan, menuntut pemilihan bibit belut yang berkualitas agar menghasilkan keturunan normal.
Syarat Benih Belut : pertama, anggota tubuh utuh dan mulus atau tidak cacat atau bekas gigitan. kedua, mampu bergerak lincah dan agresif. ketiga, penampilan sehat yang ditunjukan dengan tubuh yang keras, tidak lemas tatkala dipegang. keempat, tubuh berukuran kecil dan berwarna kuning kecoklatan. kelima, usia berkisar 2-4 bulan.

Disamping itu diperhatikan pula pemilihan induk belut jantan dan betina sebagai berikut :
1. Ciri Induk Belut Jantan
Berukuran panjang lebih dari 40 cm.
Warna permukaan kulit gelap atau abu-abu.
Bentuk kepala tumpul.
Usia diatas sepuluh bulan.
2. Ciri Induk Belut Betina
Berukuran panjang 20-30 cm
Warna permukaan kulit cerah atau lebih muda
Warna hijau muda pada punggung dan warna putih kekuningan pada perut
Bentuk kepala runcing
Usia dibawah sembilan bulan.

Salam PALM
Read More..

Selasa, 29 September 2009

BUDIDAYA BELUT II

Tempat/Lokasi Budidaya
Pemilihan lokasi bakal pembuatan kolam ditempat yang tidak secara langsung terkena sinar matahari, meskipun dapat disiasati dengan pemberian peneduh. Disamping itu luas lahan dengan memperhatikan kemiringan dan batas calon kolam. Kolam ini dapat diatas tanah atau galian tanah, hal ini tergantung pada luas lahan yang akan memudahkan pengamatan, pembangunan konstruksi kolam, seperti pintu air, saringan dan lain sebagainya.

Pembuatan kolam
Lokasi yang telah ditentukan dengan memperhatikan persyaratan teknis dan jenis kolam, baik kolam penampungan induk, kolam pemijahan dan pendederan serta kolam pembesaran. Kolam-kolam ini memiliki ukuran tersndiri, pertama, Kolam Penampungan Induk berukuran 200 cm x 400 cm x 80 cm, kedua Kolam Pemijahan 200 cm x 200 cm x 100 cm, ketiga, Kolam Pembesaran 500 cm x 500 cm x 120 cm.

Media Pemeliharaan
Kolam budidaya belut menggunakan media pemelihaan sebagai tempat hidup berupa tanah/lumpur sawah yang dikeringkan, pupuk kandang, pupuk kompos (sekam/gabah padi yang dibusukkan), jerami padi, cincangan batang pisang, pupuk urea dan NPK dengan perbandingan kurang lebih sebagai berikut :
Lapisan paling bawah tanah/lumpur setinggi 20 cm.
1. Lapisan pupuk kandang setinggi 5 cm.
2. Lapisan tanah/lumpur setinggi 10 cm.
3. Lapisan Pupuk kompos setinggi 5 cm.
4. Lapisan tanah/lumpur setinggi 10 cm.
5. Lapisan jerami padi setinggi 15 cm, yang diatasnya ditaburi secara merata pupuk urea 2,5 kg dan NPK 2,5 kg untuk ukuran kolam 500 cm x 500 cm.
6. Perbandingan jumlah pupuk dan luas kolam ini juga dipergunakan dalam ukuran kolam, baik lebih besar maupun kecil.
7. Lapisan tanah/lumpur setinggi 20 cm.
8. Lapisan air dengan kedalaman setinggi 15 cm, yang ditaburi secara merata batang pisang sampai menutupi permukaan kolam.
Seluruh media pemeliharaan ini didiamkan agar terjadi proses permentasi dan siap untuk pemeliharaan belut selama kurang lebih dua minggu.

Salam PALM
Read More..

Senin, 28 September 2009

BUDIDAYA BELUT I

Belut adalah sekelompok ikan berbentuk mirip ular yang termasuk dalam suku Synbranchidae. Suku ini terdiri dari empat genera dengan total 20 jenis. Jenis-jenisnya banyak yang belum diperikan dengan lengkap sehingga angka-angka itu dapat berubah. Anggotanya bersifat pantropis (ditemukan di semua daerah tropika).

Belut berbeda dengan sidat, yang sering dipertukarkan. Ikan ini boleh dikatakan tidak memiliki sirip, kecuali sirip ekor yang juga tereduksi, sementara sidat masih memiliki sirip yang jelas. Ciri khas belut yang lain adalah tidak bersisik (atau hanya sedikit), dapat bernafas dari udara, bukaan insang sempit, tidak memiliki kantung renang dan tulang rusuk. Belut praktis merupakan hewan air darat, sementara kebanyakan sidat hidup di laut meski ada pula yang di air tawar. Mata belut kebanyakan tidak berfungsi baik; jenis-jenis yang tinggal di gua malahan buta.

Ukuran tubuh bervariasi. Monopterus indicus hanya berukuran 8,5 cm, sementara belut marmer Synbranchus marmoratus diketahui dapat mencapai 1,5m. Belut sawah sendiri, yang biasa dijumpai di sawah dan dijual untuk dimakan, dapat mencapai panjang sekitar 1m (dalam bahasa Betawi disebut moa).

Kebanyakan belut tidak suka berenang dan lebih suka bersembunyi di dalam lumpur. Semua belut adalah pemangsa. Daftar mangsanya biasanya hewan-hewan kecil di rawa atau sungai, seperti ikan, katak, serangga, serta krustasea kecil.
Budidaya Belut saat ini dirasa sangat menguntungkan mengingat permintaan dalam dan luar negeri terus meningkat, namun Belut alam yang hidup bebas sangat sulit ditemukan.

Penggunaan pestisida pembahas hama dilahan pertanian ternyata berdampak menghilangnya sebagian spesies ikan, termasuk belut. Hal ini sangat memprihatinkan, bila dipandang dari segi keseimbangan alam. Kelestarian alam merupakan tanggungjawab bersama penghuni bumi.

Budidaya Belut sebenarnya tidak sulit dan juga tidak mahal. Masyarakat yang memiliki lahan sempit pun dapat memelihara belut. Secara Teknis Budidaya dan pemeliharaan belut (monopterus albus) hanya memerlukan perhatian dalam memilih tempat/lokasi budidaya, pembuatan kolam, media pemeliharaan, memilih benih, perkembangbiakan belut, penetasan, makanan dan kebiasaan makan serta hama. Disisi lain kita memerlukan tata cara panen, pasca panen, pemasaran dan pencatatan.

Salam PALM
Read More..

Minggu, 27 September 2009

SEBUAH EPISODE KELABU

Malam minggu,
Tiada yang ditunggu,
Engkau jauh,
Dia jauh,
Mereka jauh…

Malam minggu,
Hanya termangu,
Ruang bisu,
Piranti gagu,
Lidah kelu…

Malam minggu,
Lantai abu-abu,
Kursi biru,
Meja baru,
Bunga layu…

Malam minggu,
Wajah kaku,
Jemari beradu,
Huruf satu-satu,
Jadi episode kelabu…

Mata sayu,
Jiwa sendu,
Hati ragu,
Akankah berlalu,
Sebuah bayang semu…

Hari berlalu,
Esok menunggu,
Harapan terus baru,
Kenangan tetap satu,
Kau, dia, mereka dan diriku…

Salam PALM
Read More..

Sabtu, 26 September 2009

SEBUAH EPISODE BEBAS

Jam sembilan malam ini,
Terbebas diri,
Dari ilusi…

Jam sepuluh malam ini,
Bebas memilih,
Lepas jadi…

Penjara hati memang sulit,
Lebih dari perut melilit,
Atau hutang membelit,
Sungguh sakit…

Korbanan rasa memang beda,
Dari harta tak berhingga,
Lebih dari nilai segala,
Tentang cinta…

Jam sebelas malam ini,
Masih saja di penjara hati,
Belum rela bergeser bebaskan diri,
Neraka ini memang membuat ngeri…

Baiklah badan kuberi racun,
Dengan caffeine dan nicotine…

Daripada memendam rasa salah,
Lebih baik kubebaskan saja dia…

Bebas… bebas…
Bebaslah hati…
Bebas… bebas…
Bebas memilih…

Masihlah…
Atau sudahlah…

Salam PALM
Read More..

Jumat, 25 September 2009

SEBUAH EPISODE NIKMAT

Kolak kolang-kaling pisang raja,
Es kelapa muda gula merah,
Segelas kopi agak pahit,
Sebatang rokok,
Sebuah ide…

Hidup memang untuk dinikmati saja,
Karena ketika mati nikmat itu sirna,
Walau hanya sekedar mati rasa…

Sepiring nasi beras ladang,
Sepotong tempe gorengan,
Semangkuk sup hangat,
Sesendok sambal tomat,
Hati senang,
Jiwa nikmat…

Hidup kaya bukan lantaran harta,
Sebab bahagia lebih dari segalanya,
Nikmat hidup hanyalah sederhana,
Selalu bersyukur dan ikhlas menerima…

Sebatang rokok lagi sehabis makan,
Segelas kopi agak pahit lagi jadi teman,
Sebuah layar datar dengan sebaris tuts huruf,
Lengkaplah hanya untuk sekedar nikmati hidup…

Hidup cuma sekali,
Jadikan ia berarti…

Salam PALM
Read More..

Kamis, 24 September 2009

SEBUAH EPISODE BERPISAH

Selepas buka hari ini,
Ayah akan pergi lagi,
Entah berapa hari,
Menjelang idul fitri…

Sehabis sholat isya nanti,
Ayah akan merantau lagi,
Mencari nafkah untuk lebaran nanti,
Untuk beli baju baru dan pernik idul fitri…

Doakan ayah dapat rezeki melimpah,
Dari jalan yang terang, halal dan penuh berkah,
Agar lekat di raga dan jiwa menjadi aliran darah,
Agar anak-anak tumbuh perkasa, cerdas dan takwa…

Berat memang rasanya,
Pergi meninggalkan bahagia,
Untuk bertarung dalam hidup dan kerja,
Namun inilah makna tanggung jawab kepala keluarga…

Untuk apalagi mengais rezeki,
Jika bukan untuk keluarga terkasih…

Untuk apa merelakan hari-hari sepi,
Kalau bukan untuk anak-anak dan isteri…

Doa kalian adalah mukjizat alami,
Bagi ayah yang berjuang tanpa letih…

Rindu dan cinta kalian adalah kekuatan hati,
Untuk ayah yang tak lagi rasakan onak dan duri…

Sebab hidup adalah perjuangan menggapai asa,
Sebab bagi ayah keluarga adalah segalanya...

Salam PALM
Read More..